Contoh Kritik Deskriptif Arsitektur

– Dibanding metode kritik lain metode kritik deskriptif tampak lebih nyata (faktual) Deskriptif mencatat fakta-fakta pengalaman seseorang terhadap bangunan atau kota
– Lebih bertujuan pada kenyataan bahwa jika kita tahu apa yang sesungguhnya suatu kejadian dan proses kejadiannya maka kita dapat lebih memahami makna bangunan.
– Lebih dipahami sebagai sebuah landasan untuk memahami bangunan melalui berbagai unsur bentuk yang ditampilkannya
– Tidak dipandang sebagai bentuk to judge atau to interprete. Tetapi sekadar metode untuk melihat bangunan sebagaimana apa adanya dan apa yang terjadi di dalamnya.

Jenis Metode Kritik Deskriptif yaitu :
Depictive Criticism (Gambaran bangunan)
A. Static Aspect (Secara Grafis)
Depictive criticism dalam aspek static memfokuskan perhatian pada elemen-elemen bentuk (form), bahan (materials) dan permukaan (texture).
Contoh cara menyusunannya yaitu dapat dilakukan melalui beberapa cara survey
antara lain : photografi, diagram, pengukuran dan deskripsi verbal (kata-kata).

B. Dynamic Aspect (Secara Verbal)
Tidak seperti aspek statis, aspek dinamis depictive mencoba melihat bagaimana bangunan digunakan bukan dari apa bangunan di buat.
Contoh cara menyusunannya yaitu :
· Bagaimana manusia bergerak melalui Ruang – ruang sebuah bangunan? ( bergerak melakukan aktifitas untuk mengamati diantara kantor dan ruang seminar serta ruang-ruang lainya)
· Apa yang terjadi disana? ( Mengamati tentang isi ruangan tersebut dengan cara menggambar, mencatat dan merekam )
· Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah lingkungan fisik? ( bentuk ruang)
· Bagaimana bangunan dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang ada didalamnya dan disekitarnya? ( karena adanya aktifitas dari orang – orang yang di dalamnya)

Aspek dinamis mengkritisi bangunan melalui : Bagaimana manusia bergerak melalui ruang-ruang sebuah bangunan? Apa yang terjadi disana? Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah lingkungan fisik?

C. Process Aspect (Secara Prosedural)
Merupakan satu bentuk depictive criticism yang menginformasikan kepada kita tentang proses bagaimana sebab-sebab lingkungan fisik terjadi seperti itu.
• Biographical Criticism (Riwayat Hidup)
• Contextual Criticism (Persitiwa)

Contoh Kritik Deskriptif dalam Arsitektur

Saitama Super Arena

saitama

Alamat: 8 Shintoshin, Chuo Ward, Saitama, Saitama Prefecture 330-9111, Jepang
Kapasitas: 37.000
Tinggi: 42 m
Dibuka: 1 September 2000
Telepon: +81 48-600-3001
Arsitek: Dan Meis

Saitama Super Arena (さ い た ま ス ー パ ー ア リ ー ナ Saitama Supa Arina) Adalah multi-fungsu dalam hal ruangan arena yang terletak di Chūō-ku, Saitama City, Saitama, Jepang. Kapasitas penonton adalah 36.500 pada pengaturan maksimum. kapasitas arena utama adalah antara 19.000 dan 22.500 ketika diadakan olahraga seperti basket, voli, tenis, hoki es, senam, tinju, seni bela diri campuran, dan gulat profesional yang berlangsung di sana. Saitama Super Arena merupakan satu-satunya tempat yang sudah dilengkapi khusus untuk olahraga American Football. Arena ini memiliki bagian yang dapat bergerak sendiri untuk mengatur tempat duduk yang dapat mengurangi kapasitas untuk acara yang lebih kecil dan membuat pengaturan yang lebih intim.

Sebelumnya ini merupakan bertempat Museum Lennon John, yang menampilkan John Lennon memorabilia dan ditutup pada tahun 2010.

Salah satu dari dua arena rumah bagi tim Jepang Profesional Basketball League Saitama Broncos.

Tempat favorit bagi puroresu (gulat profesional Jepang) dan seni bela diri campuran (MMA), dan telah menyelenggarakan banyak pertandingan terbesar dalam sejarah MMA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s